ITB Menghapus Ujian Seleksi Jalur Mandiri

Mulai tahun 2011 ini, Institut Teknologi Bandung (ITB) memutuskan untuk tidak membuka jalur seleksi mandiri, atau biasa disebut dengan pene...

Mulai tahun 2011 ini, Institut Teknologi Bandung (ITB) memutuskan untuk tidak membuka jalur seleksi mandiri, atau biasa disebut dengan penelusuran minat bakat dan potensi (PMBP).

Wakil Rektor Bidang Komunikasi Kemitraan dan Alumni ITB Hasanudin Zainal Abidin menyatakan, bakal menerima seluruh mahasiswa melalui seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN). Pertimbangan kebijakan tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) No 34/2010 tentang Pola Penerimaan Mahasiswa Baru, serta untuk mengakomodasi siswa berprestasi berkuliah di ITB.

”ITB mempertimbangkan keputusan dari pemerintah yang mewajibkan PTN menggelar jalur mandiri setelah SNMPTN. Jika kami tetap menggelar ujian mandiri, dikhawatirkan ada tudingan ITB menjual kursi,” ujar Hasanudin di Rektorat ITB, Jalan Tamansari, Kota Bandung, kemarin.

Dia menjelaskan, nantinya terdapat dua jalur SNMPTN yang menjadi proses seleksi calon mahasiswa. Kedua jalur tersebut yakni jalur undangan serta jalur ujian tertulis dan keterampilan. ”Proporsi jalur undangan 60 persen, sementara jalur tertulis dan keterampilan 40 persen. ITB akan menerima sekira 3.200 mahasiswa pada 2011 ini,” katanya.

Untuk implementasi PP No 66/2010, ITB mengalokasikan tempat 20 persen bagi calon mahasiswa berkewarganegaraan Indonesia yang memiliki potensi akademik memadai dan kurang mampu secara ekonomi. Biaya kuliah mereka ditanggung kampus.

Menurut dia, mekanisme jalur undangan diatur panitia nasional SNMPTN yang akan mengundang para siswa SMA se-Indonesia berprestasi akademik untuk memilih perguruan tinggi negeri (PTN), termasuk ITB. Kemudian, ITB akan menyeleksi dokumen yang terdiri dari rapor kelas X–XII dan nilai ujian nasional (UN). Pihak rektorat juga akan menelusuri rekam jejak siswa serta kualitas dan prestasi sekolah. ”Teknis detailnya kami belum menerima, apakah nantinya sekolah yang memilih siswa-siswa itu berdasarkan ranking atau apa, kami juga belum mengetahuinya,” ujarnya.

Dia mengatakan, SMA yang diundang minimal memiliki akreditasi B dan sekolah internasional yang dinilai bagus. Pendaftaran SNMPTN jalur undangan dibuka pada 1 Februari–12 Maret 2011. Pengumuman hasil pada 18 Mei dan registrasi mahasiswa baru ITB pada 31 Mei–1 Juni 2011. ”Kalau ada calon mahasiswa gagal di jalur undangan, (mereka) bisa ikut di ujian tertulis dan keterampilan,” ucapnya.

Ujian tertulis berlangsung pada 31 Mei–1 Juni, dilanjutkan ujian keterampilan yang digelar 3-4 Juni 2011. Teknis proses seleksi ujian tertulis dan keterampilan ini sama dengan SNMPTN tahun-tahun sebelumnya. Dengan dihapusnya jalur mandiri, proses seleksi dua fakultas yakni Sekolah Bisnis Manajemen (SBM) serta Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), otomatis juga melalui SNMPTN dengan dua jalur yang sudah ditetapkan.

Sebelumnya, proses seleksi dua fakultas tersebut hanya melalui jalur mandiri milik ITB. Penghapusan jalur mandiri berdampak pada keuangan kampus. Maka itu, pembayaran perkuliahan menyesuaikan pendapatan orang tua mahasiswa. ”Yang orang tuanya berpendapatan besar, maka bayarnya juga tinggi. Sementara yang di bawah Rp1,2 juta, kami upayakan gratis. Tapi untuk penyesuaian keseluruhan dan teknisnya, sedang dikaji oleh bagian akademik,” terang Hasanudin.

Dia mengungkapkan, pihaknya mengandalkan pendapatan dari berbagai sumber, misalnya melalui corporate social responsibility (CSR), ikatan alumni (IA), kerja sama industri, kerja sama pemerintah daerah (pemda), dan kerja sama penelitian. Estimasinya per mahasiswa membutuhkan Rp100 juta untuk empat tahun atau sejak masuk hingga lulus. ”Dengan asumsi itu, jika 20 persen mahasiswa miskin atau sekira 600 dari 3.200 mahasiswa yang ditanggung, maka ITB harus mencari Rp60 miliar untuk menanggung biaya mahasiswa miskin,” jelasnya.

Kebijakan berbeda diputuskan Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung. Rektor Unpad Ganjar Kurnia mengatakan tetap membuka ujian mandiri atau seleksi masuk Universitas Padjadjaran (SMUP) dengan proporsi 40 persen dari jumlah mahasiswa. Bedanya, tahun ini SMUP terintegrasi dengan SNMPTN. ”Nilai SNMPTN akan digunakan untuk SMUP. Jadi, yang tidak ikut SNMPTN tidak mungkin bisa ikut SMUP,” ujar Ganjar.

Kuota SNMPTN di Unpad sekira 60 persen sebagaimana diatur PP No 66/2010. ”Namun, 10 persen dari jumlah itu kami gunakan jalur undangan. Jalur ini merupakan jalur khusus bagi siswa berprestasi yang direkomendasikan sekolah,” katanya.

Unpad juga akan menerima 500 mahasiswa dari jalur Bidik Misi yang merupakan program beasiswa dari pemerintah bagi mahasiswa tidak mampu.
PLEASE LIKE OUR FACEBOOK FANPAGE close button

Related

edukasi 6161723128385054241

Post a Comment

To insert image or video : [img]image-link[/img] or [video]video-link[/video]

emo-but-icon

item