Antre Angkat Implan Payudara di Venezuela
Setelah Prancis, kini giliran puluhan ribu wanita di Venezuela mengantre untuk mengangkat implan payudaranya secara gratis. Namun, menurut M...
https://bercampur.blogspot.com/2011/12/antre-angkat-implan-payudara-di_27.html
Setelah Prancis, kini giliran puluhan ribu wanita di Venezuela mengantre untuk mengangkat implan payudaranya secara gratis. Namun, menurut Menteri Kesehatan Venezuela, implan tidak akan diganti dengan yang baru."Tidak pernah ada izin resmi penggunaan implan dari Poly Implant Prothese (PIP) di Venezuela. Implan ini ilegal, dan akibatnya para pasien sekarang berada dalam resiko tinggi," kata Menkes Venezuela Eugenia Sader. Dilansir dari kantor berita Reuters Selasa 27 Desember 2011, implan payudara PIP berpotensi tinggi pecah karena tidak dibuat berdasarkan standar kesehatan.
Implan PIP sendiri banyak beredar di Venezuela sebelum dilarang tahun lalu, sehingga menimbulkan kekhawatiran di kalangan wanita. Namun Reinaldo Kube, Kepala Federasi Bedah Plastik Ibero-Amerika, menilai ketakutan para wanita terlalu berlebihan.
Menurutnya, sekitar 30 ribu hingga 35 ribu implan payudara segala merek digunakan setiap tahun di Venezuela, negara di mana penggunaan implan sangat populer. Kini, pemberitaan di media yang terlalu bombastis telah menumbuhkan ketakutan yang tak perlu.
Selain itu, berita yang menyebutkan implan PIP beresiko menimbulkan kanker juga belum teruji kebenarannya. Kube menyayangkan media yang terlalu membesar-besarkan berita yang tidak teruji secara ilmiah.
"Di Venezuela, implan PIP bahkan bukan yang paling populer. Saya sendiri telah menggunakan implan tersebut pada beberapa pasien, dan sampai sekarang belum ada yang komplain," tutur Kube, yang menyebutkan lebih dari 15 merek implan digunakan di Venezuela.
Meski demikian, Kube tetap menyarankan para wanita yang khawatir untuk berkunjung ke dokter dan memeriksakan keadaan implannya. "Para dokter bisa memastikan keamanan implan Anda," ujarnya.
Skandal implan payudara produksi pabrik PIP yang bangkrut mengakibatkan pemerintah Prancis menggratiskan biaya pengangkatan implan bagi 30 ribu wanita Prancis yang panik akan keamanan implannya. Rupanya, kekhawatiran yang sama juga menjalar ke negara-negara Amerika Latin, di mana implan kerap dijadikan kado bagi gadis usia 15 tahun.
