Bank Dunia : RI 'Termakan' Kemajuan Ekonominya
Bank Dunia menilai Indonesia telah menjadi korban atas pertumbuhan ekonomi yang melesat cukup tinggi dalam beberapa tahun terakhir ini. Memb...
https://bercampur.blogspot.com/2012/04/bank-dunia-ri-kemajuan-ekonominya_5.html
Bank Dunia menilai Indonesia telah menjadi korban atas pertumbuhan ekonomi yang melesat cukup tinggi dalam beberapa tahun terakhir ini. Membaiknya ekonomi Indonesia telah membuat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) juga semakin meningkat, sehingga membebani anggaran subsidi."Indonesia menjadi "korban" atas keberhasilan ekonominya sendiri," kata Ekonom Utama Bank Dunia untuk Indonesia, Shubham Chadhuri, di Jakarta, Rabu, 4 April 2012.
Shubham menjelaskan, pertumbuhan ekonomi yang melesat telah meningkatkan jumlah kendaraan bermotor jenis mobil dan sepeda motor di Indonesia. Akibatnya, konsumsi BBM di Tanah Air juga semakin meningkat.
"Ternyata konsumsi selalu lebih tinggi dari apa yang pemerintah proyeksikan di awal tahun," katanya.
Bank Dunia menilai kondisi fiskal Indonesia pada 2008, ketika krisis keuangan mulai muncul, berbeda dengan situasi saat ini. Pada 2008, kenaikan harga minyak dunia masih mampu dihadapi pemerintah, karena kondisi keuangan yang cukup baik.
Pada periode itu, Indonesia juga dinilai masih cukup kuat dan mampu membiayai anggaran subsidi. Pada 2008, pemerintah sebetulnya memiliki pilihan untuk mengurangi subsidi agar bisa memperbaiki situasi dengan lebih baik.
Namun, seiring terus menguatnya harga minyak mentah dunia, produk domestik bruto (PDB) Indonesia juga semakin menurun. Di sisi lain, masyarakat mulai banyak yang mengarahkan penggunaan BBM pada jenis Premium.
Kondisi-kondisi inilah yang pada akhirnya membuat pemerintah mengaku harus mengurangi subsidi BBM.
Sayangnya, Shubham menambahkan, pemerintah pada saat ini tak memiliki lagi pilihan untuk menaikkan atau tidak harga BBM. Saat ini, pemerintah seharusnya terpaksa mengambil keputusan menaikkan BBM.
"Ada fakta-fakta kami bisa memilih sesuatu yang lebih baik untuk keadaan ke depan, yang akan membantu pertumbuhan ekonomi dan pembangunan serta lebih memperluasnya," kata dia.
