ITB Ciptakan Kendaraan Bertenaga Listrik
Institut Teknologi Bandung (ITB) menerima tantangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk membuat kendaraan bertenaga listrik. Rekto...
https://bercampur.blogspot.com/2012/04/itb-ciptakan-kendaraan-bertenaga-listrik_8.html
Institut Teknologi Bandung (ITB) menerima tantangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk membuat kendaraan bertenaga listrik.Rektor ITB Akhmaloka mengatakan rintisan kendaraan bertenaga listrik sudah dilakukan perguruan tinggi,namun bukan untuk keperluan industri. "Sebelum Presiden meminta, perguruan tinggi sudah merintis kendaraan bertenaga listrik. Ketika ada tantangan untuk membuatnya, kami (perguruan tinggi) tinggal meningkatkannya saja," kata dia saat ditemui seusai membuka seminar nasional seni rupa dan kebudayaan di Aula Barat ITB, Jalan Ganeca, Kota Bandung, kemarin.
Kendaraan bertenaga listrik sudah dirintis ITB sejak lama. Menurut Akhmaloka, ITB pernah membuat sepeda bertenaga listrik pada 1985. Tahun ini Tim Cikal juga akan mengembangkan mobil yang bertenaga listrik dan akan diturunkan pada ajang balap Shell Eco Marathon. Selain hemat energi, mobil tersebut juga nantinya menggunakan energi alternatif.
"Namun, selama ini rintisan kendaraan menggunakan energi listrik hanya untuk kepentingan penelitian dan mengeluarkan paten saja. Kami akan coba kerja sama dengan perguruan tinggi lain, lembaga penelitian, dan melibatkan BUMN untuk bangun motor atau mobil listrik," ungkapnya.
Adapun dekan yang akan terlibat dalam pembuatan mobil cikal, di antaranya dekan Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, dan Fakultas Seni Rupa dan Desain menyatakan siap melakukan kajian terkait pembuatan motor dan mobil listrik.
"Ini proyek nasional, ITB salah satunya yang terlibat. Rencananya untuk mobil dibuat kendaraan dengan empat penumpang. Sebetulnya ada beberapa alternatif, tapi nanti kami lihat bentuknya seperti apa," ujarnya.
Menurut dia, untuk membuat kendaraan bertenaga listrik banyak hal yang harus dipersiapkan. Selain mobil atau motor, infrastruktur juga menjadi hal yang sangat penting. Misalnya, sebesar apa kekuatan listrik yang bisa dihasilkan untuk mengisi baterai mobil.
"Baterai masih jadi kendala yang sulit, setelah menempuh jarak 150-180 km, baterai harus diisi lagi. Nah, untuk mengisi baterai butuh waktu 30 menit," bebernya.
Selain ITB, kampus lainnya seperti Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Indonesia (UI) juga diminta untuk membuat kendaraan listrik. Dalam pertemuan tersebut, empat perguruan tinggi ini diberi waktu dua bulan untuk mempresentasikan detail kendaraan yang akan dibuat.
