Jokowi Kampanye Saat Pidato, Bawaslu Bakal Evaluasi

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengatakan akan melakukan evaluasi terhadap pidato calon presiden dari PDIP, Joko Widodo, di Komisi Pemili...

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengatakan akan melakukan evaluasi terhadap pidato calon presiden dari PDIP, Joko Widodo, di Komisi Pemilihan Umum, Ahad, 1 Juni 20014. Seusai penetapan nomor urut pasangan calon presiden dan wakil presiden di KPU hari ini, dalam pidatonya, Jokowi mengajak masyarakat untuk memilih dirinya, yaitu memilih nomor 2.

"Persoalan apakah tadi itu kampanye atau tidak, Bawaslu akan melakukan kajian secara mendalam. Jadi, tidak serta-merta menyatakan itu adalah kampanye, meski kami melihat langsung ada ajakan," kata anggota Bawaslu, Nasrullah, kepada wartawan di gedung Komisi Pemilihan Umum.

Dalam pidatonya, Jokowi mengatakan, "Nomor 2  adalah simbol keseimbangan. Ada capres ada cawapres. Ada mata kanan-mata kiri. Ada telinga kanan-telinga kiri. Semua harmoni dalam sebuah keseimbangan. Dan untuk menuju kepada Indonesia yang harmoni dan penuh keseimbangan, pilihlah nomor 2."

Menurut Husni, KPU hanya mempersilakan Jokowi untuk berpidato selama tiga menit guna memberi kata sambutan. KPU juga tak menentukan jenis materi sambutan. "Kalaupun ada yang memuji KPU, itu juga tidak di-setting. Tidak ada problem," katanya.

Hanya saja Jokowi terlihat seperti melakukan kampanye dengan mencuri start. Padahal masa kampanye belum dimulai namun Jokowi sudah melakukan ajakan kepada masyarakat untuk memilih dirinya.
PLEASE LIKE OUR FACEBOOK FANPAGE close button

Related

politik 6895720416452031721

Post a Comment

To insert image or video : [img]image-link[/img] or [video]video-link[/video]

emo-but-icon

item